Oleh
: THONI SAGARA
Barangkali
kita masih menjadi penikmat kopi yang sama. Jika benar demikian, ada baiknya
kita mulai saja pagi ini dengan segelas kopi dan tentunya dengan beberapa
percakapan menarik juga pastinya. Seperti biasanya kopi selalu saja akan
menjadi awal yang baik bagi setiap pembicaraan kita.
Seperti halnya
waktu-waktu yang telah lalu, aku masih saja menjadi penikmat kopi yang sama,
kopi hitam dengan campuran gula yang cukup sedikit saja, takarannya cukup
setengah sendok makan gula dan dua sendok makan kopi. Kamu mungkin masih
mengingatnya, campuran gula bagiku hanya sebagai penghilang rasa hambar kopi
saja. Caraku menikmati kopi pun sejauh ini masih sama dengan cara-cara
sebelumnya, menikmati kopi sembari memulai percakapan-parcakapan baik pastinya.
Barangkali
caraku menggilai kopi memang agak sedikit berlebihan, bukan agak sesungguhnya,
tapi memang sudah benar-benar berlebihan. Sebenarnya bukan kopinya yang membuat
aku menggilai kopi dengan sangat berlebihan, hanya saja obrolan yang seringkali
membuat kita tertahan di tempat duduk kita selama berjam-jam itu yang kusukai
dari kopi.
Semoga saja
kita masih sama-sama mengingatnya, ketika kita harus duduk berjam-jam dengan
bergelas-gelas kopi sembari berbagi cerita tentang kisah petani selatan yang terancam
tergusur dari tanah kelahirannya sebab rencana pembangunan pariwisata. Obrolan itu
seringkali aku dokumentasikan dalam catatan-catatan kecil di buku sakuku,
kiranya masih tersusun rapi. Bahkan beberapa bagianya sering aku tuliskan di
dalam status facebookku dan kerap menjadi catatan juga di dalam blogku dengan
label coretan.


